Redaksipapuanwes.com | Jayapura – Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk wilayah Papua berdasarkan prakiraan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (1/4/2026).
Peringatan ini disampaikan langsung oleh Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura, Ir. Herlambang Hudha, S.Si., M.Si., kepada media sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di sejumlah wilayah.
Dalam rilis tersebut, BMKG menyebutkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi, disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi ini diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 10.15 WIT.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Jayapura, khususnya Sentani Timur dan Raveni Rara. Selain itu, Kabupaten Kepulauan Yapen seperti Yapen Barat, Kosiwo, dan Anotaurei juga masuk dalam area yang perlu diwaspadai.
Tidak hanya itu, sejumlah distrik di Kabupaten Biak Numfor seperti Biak Kota, Biak Barat, Yendidori, dan Samofa juga diprediksi mengalami kondisi cuaca serupa. BMKG juga mencatat wilayah Kabupaten Keerom, termasuk Waris, Arso, hingga Senggi, berpotensi terdampak.
Sementara itu, wilayah Kabupaten Supiori seperti Supiori Selatan, Supiori Utara, serta Kepulauan Aruri juga masuk dalam daftar daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat. Di Kota Jayapura, peringatan ini mencakup Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Muara Tami, hingga Heram.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca tersebut dapat meluas ke sejumlah wilayah lain di Papua. Di antaranya Distrik Sentani, Depapre, hingga Airu di Kabupaten Jayapura, serta beberapa wilayah di Kepulauan Yapen dan Biak Numfor.
Perluasan potensi cuaca ekstrem juga mencakup wilayah lain di Kabupaten Keerom seperti Towe, serta wilayah Supiori Timur dan Supiori Barat. Hal ini menunjukkan cakupan dampak yang cukup luas di sebagian besar wilayah Papua.
BMKG memperkirakan kondisi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir ini dapat berlangsung hingga pukul 13.15 WIT. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Pihak BMKG Papua juga mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk berlangsung serta terus memantau informasi resmi terkait perkembangan cuaca guna mengantisipasi risiko yang dapat terjadi. (RPN-02)

















