Redaksipapuanews.com | Jayapura – Pemerintah Kota Jayapura menunjukkan komitmen tegas dalam membentengi generasi muda dari degradasi moral. Hal ini ditegaskan oleh Asisten II Setda Kota Jayapura, Abdul Majid, saat membuka pelatihan Character Building bagi siswa SMA/SMK di Aula Rindam XVII/Cendrawasih, Rabu (4/2/2026).
Dikesempatan ini, Abdul Majid menekankan kemajuan sebuah kota tidak boleh hanya diukur dari kemegahan fisiknya, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur manusia yang kokoh dan berintegritas.
Untuk Pemkot Jayapura melalui Kesbangpol secara khusus merancang kegiatan ini sebagai langkah proteksi nyata terhadap anak bangsa.
“Tujuan utamanya adalah, melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki disiplin tinggi dan jiwa nasionalisme yang kuat,” ujar Majid.
Abdul Majid juga menyoroti tantangan era digital yang semakin kompleks, di mana ancaman perilaku negatif terus mengintai. Maka kata dia, Pemkot Jayapura secara tegas mengingatkan akan bahaya penyalahgunaan narkoba, aksi tawuran antar pelajar, serta dampak buruk media sosial yang seringkali merusak masa depan generasi muda.
“Ini bukan saatnya kita saling menyalahkan, melainkan waktu yang tepat untuk bertindak nyata,” tegas Abdul Majid.
Ia menyatakan bahwa kolaborasi antara sekolah, lembaga keagamaan, dan organisasi kepemudaan adalah harga mati untuk mewujudkan lingkungan yang sehat bagi siswa.
Pesan keras disampaikan kepada para siswa agar menjadikan Pancasila sebagai “kompas” serta disiplin harus dimaknai sebagai tanggung jawab pribadi sebagai anak-anak Port Numbay.
Lebih lanjut, Abdul Majid meminta para pelajar untuk memposisikan narkoba sebagai musuh bersama yang wajib dijauhi tanpa tawar-menawar. Menurutnya, merusak fisik dan jiwa sama saja dengan menghancurkan masa depan Kota Jayapura yang saat ini berada di pundak para siswa.
Dirinya juga mengajak para guru dan orang tua untuk tidak lepas tangan. Sinergi antara rumah, sekolah, dan pemerintah dianggap sebagai kunci utama agar nilai-nilai kebangsaan dapat terimplementasi dalam perilaku sehari-hari.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi titik tolak perubahan besar bagi masa depan Papua. Dengan karakter yang kuat, generasi muda diyakini akan mampu membawa Kota Jayapura menuju pembangunan berkelanjutan yang bermartabat,” pungkansya. (RPN-04)

















