banner 728x250
Berita  

BEM FKM UNCEN Gelar LDKM, Joni Betaubun: “Papua Maju Dimulai dari Mahasiswa Berkarakter”

banner 120x600
banner 468x60

Redaskipapuanews.com | Jayapura, Papua – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cendrawasih, menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LKDM), pada Jumat, 5 Desember 2025.

Guna memperkaya wawasan kepemimpinan mahasiswa, BEM FKM mengahdirkan Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun, SH.,M.H sabagai narasumber. Lebih dari 200 mahasiswa dari 8 fakultas yang hadir, secara antusias menyimak materi yang diberikan Joni Betaubun tentang Peran Mahasiswa Dalam Mengawal Porogram, Strategi Dan Tantangan Zaman.

banner 325x300

Dalam paparannya Betaubun mengatakan, mahasiswa mengambil peran penting dalam memastikan berbagai program, kebijakan, dan strategi pembangunan dapat dipahami dengan benar oleh masyarakat dan tidak terdistorsi oleh hoaks atau informasi yang tidak akurat.

Kepada para mahasiswa, Joni Betaubun menegaskan bahwa pemimpin bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang keberanian untuk bertanggung jawab. Menurut dia, Papua yang maju dimulai dari mahasiswa yang berkarakter dan berdaya.

Betaubun yang juga alumni sekaligus mantas Dosen Fakultas Hukum Uncen ini usai memberikan motivasi kepada para mahasiswa mengatakan, dirinya diundang untuk memberikan dorongan bagi generasi muda Papua agar mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan.

“Saya diundang oleh adik-adik BEM FKM UNCEN, dan juga hadir Ibu Pembantu Dekan III. Kami dulu sama-sama prajabatan sebagai dosen di UNCEN. Di sini saya diminta untuk memberikan materi, tetapi juga motivasi dan semangat bagi generasi muda Papua,” ujar Joni.

Ia menegaskan bahwa untuk menjadi pemimpin, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan teori di ruang kuliah. Pengalaman berorganisasi menjadi ruang belajar penting yang tidak tertulis dalam mata kuliah manapun.

“Kalau mau jadi pemimpin di Tanah Papua, terutama bagi saudara-saudara yang orang Papua, maka harus belajar lewat organisasi. Mata kuliah ekstrakurikuler ini tidak ada dalam teori, tapi hanya bisa dipelajari dengan bergabung dan aktif,” tegasnya.

Betaubun juga memberikan apresiasi kepada BEM FKM yang telah menyelenggarakan LDKM, sebagai wadah pembentukan karakter mahasiswa. Dirinya menyebut kegiatan seperti ini perlu didukung.

Ia menambahkan, mahasiswa bukan hanya status akademik, melainkan bagian dari kaum intelektual yang diharapkan mampu membawa perubahan, termasuk dalam dinamika pemerintahan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Mahasiswa adalah agent of change. Mereka harus mampu melakukan perubahan-perubahan dan menjadi suara kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu, Pembantu Dekan III FKM UNCEN, Sherly Mamoribo, S.Km., M.Kes., menegaskan, materi motivasi yang disampaikan Joni Betaubun sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa FKM dalam membangun karakter, kepemimpinan, serta kesiapan mereka menghadapi tantangan di dunia kerja maupun kehidupan sosial.

“Kami dari Fakultas Kesehatan Masyarakat sangat berterima kasih dan mengapresiasi kedatangan Bapak Johan Beta Umum Isa yang mewakili DPR Papua. Beliau memberi motivasi yang sangat berarti bagi anak-anak kami di FKM,” ujar Sherly.

Menurutnya, ilmu kesehatan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari aspek kepemimpinan dan pembentukan karakter. Karena itu, kehadiran tokoh yang mampu membagikan pengalaman dan wawasan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa.

Sherly menambahkan bahwa motivasi yang diberikan tidak hanya relevan untuk bidang kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek lain seperti politik, ekonomi, sosial, dan pendidikan. Hal ini dinilai penting untuk membuka wawasan mahasiswa agar lebih peka terhadap persoalan masyarakat.

“Pesan yang disampaikan juga membantu mahasiswa memahami bagaimana melihat masalah di masyarakat, membangun komunikasi yang baik, serta mewujudkan dinamika kerja tim,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua BEM FKM Uncen, Yoti Loho, mengapresiasi motivasi yang diberikan Joni Betaubun. Dirinya mengatakan, pengalaman dan pesan yang dibagikan Ketua Komisi IV DPR Papua itu menjadi dorongan penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri.

“Motivasi yang diberikan oleh Ketua Komisi IV DPR Papua, Kakak JB, pastinya menambah skill bagi mahasiswa. Pengalaman-pengalaman yang beliau sampaikan menjadi motivasi bagi kami sebagai generasi muda agar lebih maju ke depan dan tidak tertinggal,” ujar Yoti.

Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu mahasiswa untuk memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya terbatas pada profesi kesehatan masyarakat, tetapi juga mencakup kemampuan memimpin komunitas dan masyarakat luas.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa mengembangkan diri menjadi pemimpin di Tanah Papua. Tidak hanya di bidang kesehatan masyarakat, tetapi juga bagaimana kita memimpin masyarakat dan bekerja sama dengan komunitas-komunitas yang ada,” jelasnya.

Yoti menyebutkan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dari berbagai bidang, termasuk perwakilan akademisi. Selain mahasiswa FKM, kegiatan ini juga diikuti perwakilan dari delapan fakultas lain di lingkungan Universitas Cenderawasih.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk membangun karakter, mentalitas, dan kemampuan kepemimpinan mahasiswa Papua.

“Kami butuh lebih banyak kegiatan seperti ini agar mahasiswa bisa saling belajar dan membangun semangat untuk menjadi pemimpin masa depan,” tutup Yoti. (Red-02)

banner 325x300
Penulis: EloEditor: Danielo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *