Redaksipapuanews.com | Jayapura, Papua – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura dalam hal ini Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), menerima hibah berupa Pakaian Pelindung Kebakaran dari Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Daerah Kota Jayapura.
Penyerahan hibah tersebut berlangusung di sela-sela upacara HUT KORPRI ke-54 tingkat kota Jayapura, Selasa (02/11/2025).
Plt. Kadis Damkar Kota Jayapura, Dr. Robert Betaubun, S.Pd, MM saat dikonfirmasi terkait hibah tersebut di ruang kerjanya, pada Rabu (03/11/2025) menyebut, bantuan itu berupa 1000 buah pakaian tahan debu (Dustroof Suit) dan 10 buah pakaian penyelamat kebakaran (Fire Savety Suit).
Menurut Betaubun, Kota Jayapura terpilih karena dinilai memenuhi persyaratan serta merupakan salah satu daerah yang memiliki dinas pemadam kebakaran yang aktif dan membutuhkan penguatan peralatan keselamatan.
“Kota Jayapura menjadi salah satu dari 18 kabupaten/kota terpilih untuk menerima pakaian pelindung kebakaran tersebut, dengan total seluruh hibah yang diterima setara dengan nilai U$18.400 atau sekitar Rp334.600.000,” jelas Betaubun.
Dirinya menegaskan, bantuan ini berawal dari keikutsertaan Damkar Kota Jayapura dalam Rakornas di Jakarta. Dalam forum tersebut, pihaknya menyampaikan kebutuhan terkait perlengkapan keselamatan.
Sebagai tindaklanjutnya kata dia, berdasarkan perjanjian hibah antara The Social Welfare Foundation GO&DO Korea Selatan dengan Kemendagri, maka hibah kota jayapura menerima 1010 paket pelindung kebakaran.
“Bantuan ini sangat penting, karena sejauh ini masih ada anggota Damkar yang bertugas tanpa APD yang memadai. Beberapa anggota bahkan hanya mengenakan seragam biasa tanpa perlindungan khusus,” ujranya.
Dengan adanya hibah ini, Betaubun berharap kualitas pelaksanaa dan tugas di lapangan dapat meningkat, terutama dalam hal keselamatan personel.
Betaubun menekankan bahwa perlindungan bagi petugas adalah prioritas utama. Selain itu, hibah ini juga memberikan manfaat signifikan ketika petugas harus menghadapi area penuh debu atau asap pekat.
“Ketika mereka masuk dalam situasi berdebu, mereka aman. Ketika menyelamatkan orang dari kebakaran, mereka juga terlindungi dari amukan si jago merah,” pungkasnya.
Dirinya berharap, dukungan seperti ini dapat terus berlanjut, mengingat masih banyak kebutuhan perlindungan dan peralatan pemadam kebakaran yang perlu dipenuhi, demi meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. (Red-04)

















