banner 728x250
Berita  

Transformasi Digital: Pemkot Jayapura Wujudkan Pengelolaan Aset Berbasis IoT & GIS

banner 120x600
banner 468x60

Redaksipapuanews.com | Jayapura, Papua – Pemerintah Kota Jayapura resmi meluncurkan aplikasi Smart Aset, sebuah inovasi berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dan Geographical Information System (GIS) untuk pengelolaan aset daerah, bertempat di Gedung Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (3/12/2025).

Peluncuran aplikasi ini dilakukan langsung oleh Walikota Jayapura, Abisai Rollo, yang sekaligus memberikan apresiasi terhadap kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

banner 325x300

“Atas nama Pemerintah Kota Jayapura, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala BPKAD, serta tim yang telah menunjukkan komitmen luar biasa. Smart Aset merupakan solusi cerdas untuk menjawab tantangan dalam pengelolaan aset daerah,” ujar Abisai.

Walikota menegaskan, aset daerah merupakan kekayaan publik yang harus dikelola secara tertib, akuntabel, dan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah perlu meninggalkan metode lama dan beralih ke pendekatan berbasis teknologi yang lebih modern dan efisien.

Dikatakan, melalui integrasi IoT dan GIS, aplikasi Smart Aset memungkinkan pemerintah memantau kondisi aset secara real-time. Seluruh aset berupa tanah dan bangunan kini telah terpetakan secara digital dengan akurasi tinggi, sehingga mampu meminimalkan risiko sengketa kepemilikan dan mencegah pendudukan ilegal.

“Sistem ini harus menjadi simbol transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan aset daerah,” tegasnya.

Menurutnya, BPKAD harus terus mengembangkan fitur dan integrasi agar selalu relevan dengan perkembangan kota. Smart Aset harus menjadi role model bagi daerah lain di Tanah Papua, bahkan Indonesia.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Jayapura, Desi Yanti Wanggai, mengatakan Smart Aset merupakan proyek perubahan yang ia kembangkan saat mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XXX Papua Tahun 2025. Proyek ini digagas untuk menjawab berbagai persoalan terkait akurasi dan efisiensi pengendalian aset.

Menurut Desi, tanah dan bangunan merupakan aset strategis pemerintah daerah yang berperan penting dalam pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Namun selama ini, pengelolaannya masih menghadapi hambatan, terutama terkait ketepatan data dan efektivitas sistem pengawasan,” ujar Wanggai.

Desi juga memaparkan berbagai manfaat aplikasi tersebut, termasuk pengamanan aset melalui pemetaan GIS yang valid, sehingga mampu mencegah sengketa dan pendudukan ilegal. Sensor IoT juga memungkinkan pemeliharaan prediktif karena memberikan informasi kondisi terkini aset seperti bangunan dan kendaraan.

Dirinya berharap, inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas tata kelola internal pemerintah, tetapi juga mendorong kepercayaan publik bahwa pengelolaan aset dilakukan secara profesional, modern, dan berbasis teknologi.

“Dengan peluncuran aplikasi ini merupakan wujud komitmen kota Jayapura untuk memasuki era smart city, yang menekankan transparansi, efisiensi layanan, dan optimalisasi sumber daya daerah,” pungkasnya. (Red-04)

banner 325x300
Penulis: InggriedEditor: Danielo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *