Redaksipapuanews.com | Jayapura, Papua – Pemerintah Kota Jayapura melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Jayapura untuk periode 2025–2028.
Plt. Kepala BPBD Kota Jayapura, Gerardus Ikanubun, menegaskan pembentukan forum ini menjadi langkah penting, dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap berbagai ancaman bencana.
Dirinya menjelaskan, Kota Jayapura merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Banjir, tanah longsor, gempa bumi, gelombang pasang, hingga cuaca ekstrem terus menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.
Untuk itu kata Ikanubun, keberlanjutan kehidupan masyarakat di Tanah Port Numbay harus menjadi prioritas, melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
Terkait hal itu, BPBD membentuk FPRB sebagai wadah kolaborasi multipihak. Forum ini melibatkan pemerintah, akademisi, sektor swasta, komunitas, tokoh adat, hingga relawan yang selama ini berperan aktif dalam penanggulangan bencana.
“Melalui FPRB, kita ingin membangun ekosistem kebencanaan yang lebih kuat dan responsif, serta berbasis pada keterlibatan masyarakat,” ujar Ikanubun di Horoson Hotel Kotaraja Jayapura, Sabtu (6/12/2025).
Dia menambahkan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat upaya pengurangan risiko bencana. Pendidikan kebencanaan, sosialisasi, penguatan relawan, simulasi, dan penyusunan rencana aksi menjadi fokus yang akan dikembangkan dalam forum ini.
Ikanubun berharap, keberadaan FPRB dapat membawa Kota Jayapura menuju kota yang lebih aman dan resilien, sekaligus mendukung visi besar Jayapura Emas dalam beberapa tahun mendatang.
Sementara itu, Armando Rumbekwan, S.STP, selaku ketua panitia pelaksana dalam laporannya menyebut, tujuan kegiatan ini digelar untuk membentuk wadah koordinasi yang mampu memperkuat jejaring pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.
Dikatan, rangkaian kegiatan mencakup pembukaan, paparan materi mengenai kebijakan pengurangan risiko bencana, diskusi mekanisme pembentukan forum, serta penyusunan dan pengesahan struktur organisasi FPRB Kota Jayapura.
Rumbrkwan menambahkan, total peserta yang hadir mencapai 80 orang. Jumlah tersebut dinilai mencerminkan tingginya antusiasme dan komitmen berbagai pihak dalam membangun Kota Jayapura yang lebih siap menghadapi bencana.
“Dengan terbentuknya FPRB ini diharapkan koordinasi penanggulangan bencana semakin solid, dan program pengurangan risiko dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red-02)

















