Redaksipapuanews.com | Jayapura – Dinas Kesehatan Kota Jayapura menggelar Sosialisasi Perlindungan dan Pengembangan Keluarga Port Numbay menuju Papua Emas 2045.
Dengan tema Selamatkan Perempuan dan Anak Port Numbay untuk Masa Depan Papua, kegiatan ini berlangsung di Horison Hotel Kotaraja Jayapura, Kamis (18/12/2025).
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, MM, menjelaskan, sosialisasi ini menyasar anak-anak Orang Asli Papua (OAP), khususnya masyarakat Port Numbay, sebagai upaya membekali mereka dengan pengetahuan penting terkait kesehatan dan perlindungan keluarga.
Menurut Napitupulu, materi yang diberikan meliputi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), edukasi penyakit Kanker seperti Kanker Rahim dan Kanker Rongga mulut.
Selain itu kata dia, pemahaman tentang sistem kesehatan reproduksi, khususnya bagi anak perempuan usia produktif, juga akan diberikan kepada peserta.
Dikatakan, anak-anak perempuan Port Numbay perlu dipersiapkan sejak dini, agar kelak menjadi ibu yang sehat. Sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Ini penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Papua ke depan,” ujar Napitupulu.
Ia menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Walikota Jayapura dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya untuk mewujudkan Jayapura Emas 2045 sebagai bagian dari Papua Emas.
Dirinya menambahkan, sosialisasi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keahlian, serta akademisi dari Universitas Cenderawasih.
Materi yang disampaikan juga kata Napitupulu, mencakup bahaya penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan konsumsi minuman keras yang dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.
Juliana berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu pertemuan saja, melainkan dapat berkelanjutan dan terus dilaksanakan selama masa kepemimpinan Walikta Jayapura, Abisai Rollo.
Dengan demikian, kesehatan masyarakat OAP Port Numbay dapat dipantau secara berkesinambungan.
“Kami ingin anak-anak dan remaja memahami bagaimana menjaga kesehatan diri, menghindari perilaku berisiko, serta menyadari bahwa KDRT sangat berbahaya, terutama bagi perempuan hamil hingga proses persalinan,” pungkasnya. (Red-02)

















