Redaksipapuanews.com | Jayapura – Direktur Utama PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda), Entis Sutisna, mengungkapkan tingkat kepatuhan pelanggan dalam membayar rekening air bersih masih belum optimal sepanjang tahun 2025.
Entis menjelaskan, hingga Desember 2025 jumlah pelanggan PTAM Jayapura telah mencapai 45.092 sambungan rumah. Namun, dari jumlah tersebut hanya sekitar 45 hingga 48 persen pelanggan yang rutin membayar rekening air setiap bulan.
“Artinya, lebih dari separuh pelanggan tercatat tidak disiplin dalam melakukan pembayaran secara berkala, meskipun perusahaan telah menyediakan berbagai kemudahan akses pembayaran,” papar Entis.
Menurutnya, berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025, total tunggakan pelanggan mencapai sekitar Rp38,5 miliar. Angka tersebut merupakan akumulasi tunggakan selama empat tahun terakhir.
Entis menyebut, tingginya tunggakan ini berdampak langsung pada kemampuan keuangan perusahaan dalam melakukan pengembangan dan peningkatan layanan air bersih kepada masyarakat.
“Padahal, kita telah membuka berbagai kanal pembayaran, mulai dari loket resmi, perbankan mitra, ATM, hingga mobile banking agar pelanggan lebih mudah membayar,” terangnya.
Untuk menekan tunggakan, perusahaan membentuk Satuan Tugas Penertiban Pelanggan sejak Agustus hingga Desember 2025.
Dikatakan, Satgas tersebut menertibkan pelanggan yang menunggak lebih dari dua bulan, termasuk melakukan penyegelan sementara, serta menindak sambungan ilegal.
“Kita juga melibatkan Polresta Jayapura Kota, guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan terhadap petugas di lapangan,” ujarnya.
Hasil penertiban menunjukkan adanya sambungan ilegal dengan estimasi 70 hingga 79 rumah setiap bulan, yang menggunakan air tanpa terdaftar sebagai pelanggan resmi.
Entis menyebut, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan memberikan toleransi bagi masyarakat untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran.
Ia berharap, ke depan terjadi perubahan mindset pelanggan agar sadar, bahwa pembayaran rekening air berkontribusi langsung pada keberlanjutan layanan air bersih di daerah ini. (Red-02)

















