Redaksipapuanews.com | Jayapura – PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani menempatkan penyelesaian proyek Sistem Peneyediaan Air Minum (SPAM) Siborgonyi II sebagai salah satu prioritas strategis pada tahun 2026.
Direktur Utama (Dirut) PTAM Jayapura, Dr. Entis Sutisna, SE, MM, CGRM, M.Ak, Ak, CA, mengatakan proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Papua pada 2024.
Namun, pembangunan terhenti akibat persoalan nonteknis berupa pemalangan dan tuntutan hak ulayat oleh masyarakat adat setempat.
“Akibatnya, pada 2025 tidak ada kelanjutan pembangunan fisik karena permasalahan tersebut belum terselesaikan,” jelasnya.
Entis menjelaskan, PTAM Jayapura telah melakukan audiensi dengan Gubernur Papua guna mencari solusi penyelesaian proyek tersebut.
Dikatakan, permasalahan hak ulayat kini mulai menemukan titik terang, dengan estimasi kebutuhan dana sekitar Rp500 juta untuk penyelesaian tuntutan adat.
“Jika persoalan nonteknis dapat dituntaskan pada semester pertama 2026, pembangunan fisik SPAM Siborgonyi 2 ditargetkan dapat kembali dilanjutkan,” ujar Entis.
Selain itu, PTAM Jayapura juga menaruh harapan besar pada pengembangan Intake Danau Sentani sebagai sumber air baku jangka panjang.
“Pada 2025, konsultan telah melakukan desain ulang pemanfaatan Danau Sentani selama hampir tiga bulan,” kata dia.
Entis menyebut, proyek ini membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat karena skala dan dampaknya yang besar.
Dirinya menyebut jika SPAM Siborgonyi II dan Intake Danau Sentani terealisasi, kapasitas produksi air bersih dipastikan meningkat signifikan.
Hal tersebut dinilai sangat penting mengingat saat ini tidak ada penambahan sumber air baru di Kota Jayapura. (Red-02)

















