Redaksipapuanews.com | Keerom – Ketua Umum Forum Silaturahmi Paguyuban Jawa (SIPAJA) Papua, Joko Didik Purnomo, menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya nusantara, khususnya budaya Jawa yang berkembang di Tanah Papua.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara lepas sambut tahun baru di Kampung Sanggaria, Arso 1, Kabupaten Keerom, Sabtu (31/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Didik Purnomo, yang juga selaku Sekretaris Komisi II di DPR Papua ini mengaku memiliki kecintaan yang kuat terhadap budaya, terutama kesenian tradisional seperti Bantengan dan Gandrung.
“Kesenian ini memiliki nilai budaya tinggi dan harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Didik menilai, keberadaan kesenian Bantengan dan Gandrung di Kabupaten Keerom merupakan hal yang luar biasa dan harus dipertahankan.
Untuk menjaga keberlangsungan budaya tersebut, menurutnya diperlukan pembinaan yang berkelanjutan kepada sanggar-sanggar seni dan generasi muda.
“Untuk itu saya berikan apresiasi sekaligus bantuan dana pembinaan 10 juta rupiah untuk pembinaan kesenian Bantengan di desa Sanggaria ini,” paparnya.
Selain itu, ia juga memberikan bantuan awal sebesar Rp2,5 juta untuk pembinaan Tari Gandrung. Bantuan tersebut diberikan karena melihat keterbatasan sarana pendukung, termasuk peralatan kesenian yang masih minim.
Lebih lanjut, Didik Purnomo juga berjanji akan memfasilitasi penari Gandrung dari Papua untuk mengikuti event Gandrung Sewu di Banyuwangi pada tahun mendatang. Ia menargetkan sekitar 25 penari dari Papua dapat ikut berpartisipasi dalam tarian kolosal tersebut.
Selain pengiriman penari ke luar daerah, SIPAJA Papua juga berencana memperluas pembinaan budaya di wilayah Arso. Program tersebut direncanakan berlangsung rutin dengan target dua titik kegiatan pembinaan setiap bulan.
“Sehingga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sanggar seni dan generasi muda, agar budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujar Didik.
Dalam kesempatan tersebut, Didik Purnomo juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kampung Arso 1 yang telah menyambut kehadiran rombongan SIPAJA Papua. Ia berharap kerja sama antara pemerintah kampung dan komunitas budaya terus diperkuat.
“Pesan saya, anak-anak sanggar terus dibina secara serius sehingga mampu menjaga dan mempertahankan budaya yang sudah ada. Karena pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab sanggar saja, tetapi tanggung jawab Bersama,” pungkasnya.
Sebagai Ketua SIPAJA Papua, ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus berperan aktif dalam menjaga keberagaman budaya di Tanah Papua, termasuk budaya Jawa yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. (RPN-02)

















