Redaksipapuanews.com | Jayapura – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura menggelar Musyawarah Kerja (Musker) pada Senin, 16 Februari 2026, sebagai upaya memperkuat arah kebijakan dan program kemanusiaan tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 59 peserta yang terdiri dari Dewan Kehormatan, pengurus PMI, Markas Unit Donor Darah (UDD), dinas terkait, serta relawan PMI se-Kota Jayapura.
Musker tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antara PMI dan Pemerintah Kota Jayapura dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“PMI selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari penanggulangan bencana, pelayanan donor darah, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Rustan Saru.
Menurutnya, Musker menjadi forum penting untuk menyelaraskan program PMI dengan kebijakan pemerintah daerah. Ia berharap hasil Musker dapat melahirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat Kota Jayapura.
“Kami berharap seluruh program yang dirumuskan dapat berjalan seiring dengan kebijakan pemerintah daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Rustan Saru juga menyoroti tingginya kebutuhan darah di Kota Jayapura. Ia menyebut masih banyak pasien di rumah sakit yang membutuhkan transfusi darah secara rutin.
“Karena itu, PMI perlu terus memperkuat kerja sama dengan instansi pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, paguyuban, dan organisasi keagamaan agar ketersediaan darah tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris PMI Provinsi Papua, Daflus Doranggi, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PMI Kota Jayapura dalam melaksanakan Musker sebagai forum konsolidasi organisasi.
“Musyawarah Kerja ini sangat penting untuk memastikan seluruh program PMI Kota Jayapura sejalan dengan visi, misi, dan arah kebijakan strategis PMI Pusat periode 2024–2029,” ujar Daflus Doranggi saat memberikan sambutan.
Ia menegaskan, sebagai kota rujukan layanan kesehatan di Papua, Jayapura memiliki tanggung jawab besar dalam penyediaan darah yang aman, cukup, dan berkelanjutan.
“Ketersediaan darah bukan hanya persoalan teknis, tetapi merupakan tanggung jawab kemanusiaan. Karena itu penguatan Unit Donor Darah, jejaring pendonor sukarela, serta peran relawan harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Selain itu, Daflus juga menekankan pentingnya penguatan Markas PMI sebagai pusat koordinasi, pelayanan, dan edukasi. Menurutnya, markas yang tertata dan aktif akan memperkuat kesiapsiagaan dalam merespons bencana dan pelayanan sosial.
“PMI akan kuat jika pengurus, staf, dan relawan bekerja dalam satu sistem yang solid dan saling menghargai peran masing-masing,” pungkas Daflus.
Melalui Musker 2026 ini, PMI Kota Jayapura diharapkan semakin solid, adaptif, dan responsif dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (RPN-04)

















