Redaksipapuanwes.com | Jayapura – Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Jayapura, Muchlis Karim, menegaskan pentingnya akurasi data dan tahapan perencanaan yang terstruktur dalam pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus).
Penegasan tersebut disampaikan saat pelaksanaan Musrenbang Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Jayapura, pada Senin (30/3/2026), sebagai langkah strategis menyusun arah kebijakan pembangunan.
Menurut Muchlis, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola dana Otsus wajib memastikan penyusunan program dilakukan secara berjenjang dan berbasis data yang valid, melalui Musrenbang tingkat Kelurahan dan Kampung, serta dikolaborasikan dengan hasil reses anggota DPR.
Dengan tahapan tersebut, diharapkan Rencana Anggaran Program (RAP) yang dihasilkan dapat lebih akuntabel, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP) di Port Numbay.
Muchlis juga menekankan pentingnya sinkronisasi antar tahapan perencanaan agar program yang disusun benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain itu, ia meminta agar pelaksanaan program Otsus tahun 2026 dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Dia mengingatkan OPD untuk meminimalisir SILPA, dengan memastikan program berjalan tepat waktu dan optimal.
“Dana Otsus harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat dan tidak menyisakan SILPA yang besar,” tegasnya.
Dalam penyusunan RAP Otsus Tahun 2027, Muchlis juga menekankan pentingnya keselarasan dengan visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Jayapura, terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan.
Ia berharap dana Otsus dapat mendorong layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih inklusif, bahkan secara bertahap menuju layanan gratis bagi Orang Asli Papua, khususnya masyarakat Port Numbay.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jayapura, Robby Kepas Awi, menyebut Musrenbang Otsus menjadi forum untuk menyinkronkan dan mengintegrasikan usulan program dari seluruh OPD.
Menurutnya, forum ini juga bertujuan mengkaji dan menetapkan program strategis daerah yang benar-benar berpihak pada kebutuhan Orang Asli Papua dengan mengacu pada RPJMD Kota Jayapura Tahun 2025–2029.
“Hasil Musrenbang Otsus tingkat kota akan menjadi rujukan dalam pembahasan di tingkat Provinsi Papua hingga Musrenbang nasional,” pungkas Awi.
Pemerintah Kota Jayapura berharap melalui perencanaan yang matang dan pengelolaan yang transparan, dana Otsus dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua, khususnya masyarakat Port Numbay. (RPN-02)

















