Redaksjpapuanews.com | Jayapura – Polresta.Jayapura Kota secara resmi menggelar Festival Colo Sagu yang dipusatkan di lapangan parkir Kantor DPR Papua pada, Jumat (19/06/2026).
Agenda besar ini diinisiasi sebagai langkah nyata untuk mengangkat kembali potensi sagu, baik sebagai pilar ekonomi yang menjanjikan maupun sebagai identitas budaya masyarakat Papua yang harus terus dilestarikan.
Dalam sambutannya, Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR., menyoroti adanya ironi yang tengah terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, bumi Papua dianugerahi hamparan pohon sagu yang sangat luas, namun jumlah masyarakat asli daerah yang berhasil meraih kesuksesan secara finansial melalui pemanfaatan komoditas lokal tersebut tergolong masih sangat minim.
Lebih lanjut, Kopolres menyebut selama ini masyarakat Papua kerap menyuarakan rasa bangga terhadap kuliner papeda dan kekayaan sagu mereka.
“Sayangnya, rasa bangga tersebut belum berbanding lurus dengan kepedulian nyata untuk menjaga, merawat sagu agar tidak tergerus zaman,” tegasnya.
Kondisi ini lanjut dia, diperparah dengan penyusutan lahan sagu yang cukup signifikan di wilayah Provinsi Papua, dan menjadi sebuah alarm keras bagi masa depan lingkungan dan ketahanan pangan lokal Papua.
Menyikapi data tersebut, Kapolresta menegaskan kenyataan ini harus menjadi pemacu bagi semua pihak untuk bergerak cepat dalam mengembangkan potensi daerah yang ada.
“Tuhan telah memberikan berkah berupa sagu yang melimpah di tanah ini, sehingga sudah menjadi kewajiban moral bagi manusia yang mendiaminya untuk menjaga dan mengelolanya,” pungkasnya.
Dirinya berharap, seluruh masyarakat yang hidup dan menetap di atas tanah Papua memiliki hikmat untuk mulai mengubah paradigma. Sagu tidak boleh lagi hanya dipandang sekadar sebagai bagian dari nilai kultural atau adat semata, melainkan harus ditransformasikan secara kreatif menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar modern.
Melalui penyelenggaraan Festival Colo Sagu ini, Polresta Jayapura Kota ingin membuka ruang edukasi publik secara terbuka yang diharapkan masyarakat serta pemangku kepentingan dapat datang, melihat, dan menilai sendiri dinamika serta tantangan nyata yang sedang dihadapi terkait keberadaan ekosistem sagu saat ini.
Guna memperluas keterlibatan publik, festival ini juga dirangkai dengan menggelar kompetisi desain dan penulisan makalah ilmiah tentang sagu. Namun, sebuah fakta mengejutkan diungkapkan oleh Kapolresta, di mana delapan puluh persen peserta yang mendaftar dalam kompetisi ilmiah tersebut justru berasal dari luar Tanah Papua.
“Bahkan, untuk kategori mahasiswa, predikat juara berhasil disabet oleh perwakilan kampus yang letak geografisnya berada di luar Papua”, tegas Kapolres.
Fakta ini kata dia, menjadi catatan penting sekaligus refleksi bagi seluruh masyarakat dan intelektual lokal mengenai sejauh mana kepedulian generasi muda Papua terhadap kekayaan alamnya sendiri.
Kehadiran jajaran pimpinan DPR Papua dalam pembukaan festival ini juga dimanfaatkan Kapolresta untuk mendorong lahirnya kebijakan politik yang konkret. Polresta Jayapura Kota berharap legislatif dapat segera menerbitkan sebuah regulasi khusus yang mengatur tentang perlindungan dan pengembangan sagu agar pangan lokal ini bisa berjalan beriringan dalam memenuhi kebutuhan pokok di daerah.
Sebagai keberlanjutan dari festival hari ini, Polresta Jayapura Kota juga akan menggelar seminar nasional tentang sagu, bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjaring sumbangan pemikiran, ide, dan gagasan strategis dari para pakar agar warisan leluhur ini tidak punah dan generasi masa depan tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” pungkasnya. (RPN-02)

















