Redaksipapuanews.com | Jayapura – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Yanni, menegaskan pembangunan ekonomi masyarakat Papua harus dimulai dari keberpihakan nyata terhadap pelaku usaha kecil, khususnya mama-mama Orang Asli Papua (OAP), melalui akses permodalan yang lebih mudah dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Yanni dalam pertemuan bersama pimpinan dan jajaran direksi Bank Papua pada Selasa (23/6/2026). Dalam agenda tersebut, Yanni hadir didampingi Ketua Harian DPD Gerindra Papua yang juga Wakil Ketua III DPR Papua, Giovano Pattipawae.
Kedatangan Yanni diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Papua, Yuliana Yembise, bersama Direktur Kepatuhan Bank Papua, Betty Parinussa. Pertemuan berlangsung singkat namun menghasilkan pembahasan strategis yang dinilai penting bagi penguatan ekonomi masyarakat Papua.
Yanni menyampaikan bahwa salah satu fokus utama yang dibahas adalah bagaimana Bank Papua dapat memperluas dukungan kepada pelaku usaha mikro dan usaha kecil, terutama bagi mama-mama Papua yang selama ini menjadi penggerak ekonomi keluarga dan komunitas.
Menurutnya, sedang dirancang skema yang memberi kemudahan akses pinjaman dengan nominal mulai dari Rp1 juta hingga Rp10 juta, bahkan terbuka peluang lebih besar sesuai kebutuhan dan kemampuan usaha masyarakat.
“Yang paling penting bukan hanya memberikan modal, tetapi memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang melalui usaha yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Yanni.
Ia menjelaskan bahwa pendampingan usaha menjadi bagian penting dalam konsep yang dibicarakan bersama Bank Papua. Dengan adanya pembinaan, para penerima manfaat diharapkan mampu mengelola keuangan, meningkatkan kapasitas usaha, serta menjaga kelancaran pengembalian pinjaman.
Yanni menilai keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari jumlah dana yang tersalurkan, tetapi dari kemampuan pelaku usaha untuk tumbuh dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Dalam suasana diskusi yang berlangsung hangat, berbagai masukan dan gagasan turut dibahas sebagai langkah memperkuat kolaborasi antara lembaga pembangunan dan sektor perbankan untuk mendorong percepatan pembangunan di Tanah Papua.
Ia berharap seluruh rencana dan usulan yang telah dibicarakan dapat segera ditindaklanjuti sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya kelompok usaha kecil yang membutuhkan dukungan untuk berkembang.
Yanni menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan jajaran Bank Papua atas dedikasi serta kontribusi yang terus diberikan bagi pembangunan daerah. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Papua. (RPN-02)

















