Redaksipauanews.com | Jayapura – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Yanni, menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para tokoh agama yang selama ini mengabdikan diri melayani masyarakat di berbagai wilayah Tanah Papua. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026.
Rapat tersebut turut melibatkan Pokja Agama, Pokja Adat, dan Pokja Perempuan MRP. Forum itu menjadi ruang untuk membahas berbagai aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan Otonomi Khusus Papua, termasuk dukungan terhadap para tokoh agama dan tokoh adat yang selama ini berperan penting dalam kehidupan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Yanni menilai bahwa para pendeta dan pastor yang melayani di enam provinsi di wilayah Papua memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas sosial, membangun kehidupan yang damai, serta membina karakter dan moral masyarakat.
“Para pendeta dan pastor memiliki peran yang sangat strategis di Tanah Papua. Mereka bukan hanya menjalankan pelayanan keagamaan, tetapi juga menjadi pengayom masyarakat, penjaga kedamaian, dan pembina generasi muda di berbagai daerah,” ujar Yanni dalam rapat tersebut.
Menurutnya, peran besar yang dijalankan para tokoh agama sudah sepatutnya mendapat perhatian dan dukungan yang memadai dari pemerintah. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menunjang pelayanan yang mereka lakukan, terutama bagi mereka yang bertugas di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas.
Dalam pembahasan itu, Yanni juga menyoroti usulan penyediaan 400 unit rumah bagi tokoh agama yang dinilai masih belum mampu menjawab kebutuhan yang ada. Ia menjelaskan bahwa jumlah tersebut akan menjadi sangat terbatas apabila didistribusikan ke berbagai daerah di Papua.
“Kalau 400 unit rumah itu dibagi ke delapan kabupaten dan satu kota, maka setiap daerah hanya memperoleh sekitar 40 unit. Tentu jumlah ini masih jauh dari kebutuhan riil para tokoh agama yang selama ini melayani masyarakat dengan penuh pengabdian,” katanya.
Yanni menambahkan bahwa program penyediaan rumah bagi tokoh agama merupakan langkah yang baik dan perlu diapresiasi. Namun demikian, ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan penambahan jumlah bantuan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para pelayan gereja di Papua.
Rapat tersebut juga dihadiri Wakil Ketua III DPR Papua, Giovano Pattipawae, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Harian Gerindra Provinsi Papua. Kehadiran berbagai unsur pemangku kepentingan dinilai penting untuk memperkuat sinergi dalam memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat Papua.
Dalam forum itu, Yanni mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal aspirasi terkait dukungan perumahan bagi tokoh agama agar mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Ia menilai bahwa perjuangan tersebut membutuhkan dukungan kolektif dari seluruh elemen yang terlibat.
Sebagai tindak lanjut, Yanni mengusulkan agar disusun surat khusus yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk penguatan aspirasi masyarakat Papua. Usulan tersebut juga mendapat perhatian dari peserta rapat yang hadir.
“Kita perlu mengawal aspirasi ini secara bersama-sama. Berapa pun dukungan yang diberikan pada tahap awal tentu patut disyukuri, tetapi perjuangan tidak boleh berhenti sampai di situ. Kita harus terus mendorong agar kebutuhan tokoh agama dan tokoh adat dapat memperoleh perhatian yang lebih besar demi kepentingan masyarakat Papua,” tegas Yanni.
Selain isu tokoh agama, Yanni juga merespons masukan dari Pokja Adat MRP mengenai pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan para tokoh adat. Menurutnya, tokoh agama dan tokoh adat memiliki peran yang sama penting dalam menjaga nilai-nilai sosial, budaya, serta harmoni kehidupan masyarakat Papua sehingga perjuangan untuk memenuhi kebutuhan keduanya harus berjalan beriringan. (RPN-02)

















