Berita  

Youth Camp GPdI Biak, Yanni Dorong Pelajar Papua Berpikir Kritis dan Cinta Tanah Air

banner 120x600
banner 468x60

Redaksipapuanews.com | Biak – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Yanni, mengajak generasi muda Papua untuk mempersiapkan diri menjadi pelaku utama pembangunan daerah melalui pendidikan, karakter, dan semangat kebangsaan.

Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Youth Camp GPdI yang berlangsung di Biak, Rabu (1/7/2026), dan diikuti ribuan pelajar tingkat SMP dan SMA.

banner 325x300

Kegiatan diawali dengan suasana penuh semangat kebangsaan. Yanni mengajak seluruh peserta berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian memberikan hadiah kepada para siswa yang mampu membacakan naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 serta menghafal Pancasila. Momen tersebut disambut antusias oleh para peserta yang memenuhi lokasi kegiatan.

Selain itu, Yanni juga mengajak para pelajar mengikuti permainan bisik berantai yang berisi pesan-pesan edukatif mengenai pentingnya menjaga persatuan, menghindari provokasi, dan tidak terlibat dalam ujaran kebencian. Menurutnya, metode tersebut menjadi cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun kesadaran kritis di kalangan generasi muda.

Dalam pemaparannya, Yanni menekankan bahwa masa depan Papua sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Ia menilai, pembangunan fisik dan besarnya anggaran tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak dibarengi dengan lahirnya generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki karakter yang kuat.

“Anak-anak Papua harus dipersiapkan menjadi pelaku pembangunan di daerahnya sendiri. Kalian harus belajar dengan sungguh-sungguh, membangun karakter, dan memiliki semangat untuk mengabdi kepada masyarakat. Masa depan Papua ditentukan oleh kualitas generasi mudanya,” ujar Yanni.

Ia menambahkan bahwa pembangunan manusia merupakan inti dari pelaksanaan Otonomi Khusus Papua. Menurutnya, keberhasilan kebijakan tersebut harus diukur dari lahirnya generasi yang mampu mengelola potensi daerah dan membawa perubahan positif bagi masyarakat di Tanah Papua.

Yanni mengatakan, gagasan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Karena itu, generasi muda Papua diharapkan mampu memanfaatkan berbagai peluang pendidikan dan pengembangan diri yang tersedia.

Dalam kesempatan itu, Yanni juga mengajak para pelajar memahami demokrasi secara dewasa dan berkeadaban. Ia menegaskan bahwa sikap kritis merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi, namun harus dibangun berdasarkan pengetahuan, fakta, dan etika, bukan karena emosi ataupun pengaruh provokasi.

“Demokrasi harus menggunakan akal sehat. Kritik itu penting, tetapi harus disampaikan dengan santun dan memberikan solusi. Jangan sampai demokrasi justru menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian atau memecah persatuan. Anak-anak muda Papua harus menjadi generasi yang cerdas dalam menyikapi setiap persoalan,” katanya.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah mengikuti ajakan mengikuti aksi atau gerakan tertentu tanpa memahami persoalan secara menyeluruh. Menurutnya, tugas utama generasi muda saat ini adalah belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri maupun daerahnya.

“Jangan mudah terprovokasi atau ikut-ikutan karena tekanan lingkungan. Pelajari setiap persoalan dengan baik, gunakan logika dan akal sehat sebelum menentukan sikap. Papua membutuhkan generasi yang membangun, bukan generasi yang mudah diadu domba. Hari ini kalian adalah pelajar, tetapi esok hari kalian akan menjadi pemimpin yang menentukan masa depan Tanah Papua,” tegas Yanni.

Di akhir kegiatan, Yanni mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan Tanah Papua sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan daerah. Ia juga membagikan seribu kaos bergambar Presiden Prabowo Subianto dan Ketua DPD Gerindra Papua dengan tema “Bersama Anak-Anak Papua, Peran Generasi Muda dalam Pembangunan di Tanah Papua”, serta 500 buku saku yang berisi pesan-pesan kebangsaan dan pembangunan karakter bagi generasi muda Papua. (RPN-02)

banner 325x300
Penulis: DanieloEditor: Elo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *