Berita  

Pasokan Air PTAMJ Berkurang, Warga Polimak Minta Pemerintah Segera Bertindak

banner 120x600
banner 468x60

Redaksipapuanews.com | Jayapura – Warga Polimak 1, Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, mengeluhkan berkurangnya pasokan air bersih dari PT Air Minum Jayapura (PTAMJ) yang telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu karena kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari semakin sulit dipenuhi.

Sebagai perusahaan yang menjadi penyedia utama air bersih bagi sebagian besar masyarakat Kota Jayapura, PTAMJ selama ini menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun dalam beberapa pekan terakhir, warga di wilayah Polimak mengaku pasokan air yang diterima semakin berkurang, baik dari sisi jadwal distribusi maupun lamanya aliran air mengalir ke rumah-rumah pelanggan.

banner 325x300

Akibat berkurangnya pasokan tersebut, banyak warga terpaksa mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Salah satunya dengan membeli air menggunakan mobil tangki yang harganya dinilai cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat dengan penghasilan terbatas.

Salah seorang warga Polimak, Yuli, mengatakan kondisi ini sangat berbeda dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Menurutnya, jadwal distribusi air yang semula berlangsung tiga kali dalam sepekan kini berkurang menjadi hanya dua kali.

“Dulu itu tiga kali seminggu kita punya jatah air jalan. Tapi sekarang hanya dua kali yaitu hari Senin dan Kamis. Kalau biasanya air sudah jalan dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore, namun dua bulan ini air jalan paling lama hanya empat jam bahkan cuma tiga jam saja,” ungkap Yuli.

Yuli mengaku, waktu distribusi yang semakin singkat membuat banyak warga tidak sempat menampung air dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, mereka harus menghemat penggunaan air atau membeli air tambahan agar kebutuhan memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya tetap terpenuhi.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Tinus. Ia menuturkan bahwa selain durasi distribusi yang semakin pendek, air juga kerap tidak mengalir meskipun telah memasuki jadwal yang ditentukan oleh PTAMJ. Menurutnya, kondisi tersebut sudah terjadi berulang kali sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Tinus mengaku tidak memiliki pilihan selain membeli air dari mobil tangki. Ia menilai pengeluaran rumah tangga kini semakin bertambah karena biaya pembelian air bersih tidak lagi murah, sementara pasokan dari PTAMJ belum juga kembali normal.

“Kami heran juga kenapa belakangan air jalan itu cepat sekali dikasih mati. Bahkan ada yang tidak jalan. Nanti kita minta bantu pak wartawan satu untuk hubungi PDAM baru dorang kasih jalan air,” ujar Tinus.

Warga berharap PT Air Minum Jayapura dapat segera memberikan penjelasan mengenai penyebab berkurangnya distribusi air bersih di kawasan Polimak. Mereka juga meminta adanya langkah nyata untuk menormalkan kembali pelayanan sehingga masyarakat tidak terus-menerus mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Selain kepada pihak PTAMJ, masyarakat juga meminta perhatian serius dari Pemerintah Kota Jayapura agar persoalan tersebut segera ditangani. Warga berharap pemerintah dapat memastikan pelayanan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat berjalan secara optimal, sehingga aktivitas dan kehidupan sehari-hari warga tidak lagi terganggu akibat minimnya pasokan air. (RPN-02)

banner 325x300
Penulis: DanieloEditor: Elo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *