Redaksipapuanews.com | Jayapura – Pihak PT Air Minum Jayapura (PTAMJ) bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait menurunnya durasi distribusi air bersih di wilayah Polimak, Kota Jayapura. Sebelumnya, warga mengeluhkan aliran air yang biasanya mengalir hampir seharian kini hanya berlangsung sekitar tiga hingga empat jam, sehingga menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Merespons keluhan tersebut, Direktur Teknik PT Air Minum Jayapura, Yan Pieter Nasadit, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan tim teknis untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan dan penanganan. Hal itu disampaikan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/7/2026).
Nasadit menjelaskan, secara normal distribusi air kepada pelanggan telah diatur melalui jadwal operasional yang berlaku. Proses pengisian jaringan dimulai sejak pukul 06.00 WIT, kemudian air didistribusikan kepada pelanggan mulai sekitar pukul 07.00 hingga pukul 18.00 WIT.
Menurutnya, apabila durasi pengaliran lebih singkat dari jadwal tersebut, maka besar kemungkinan terdapat gangguan teknis pada sistem distribusi. Gangguan itu dapat berupa kerusakan gate valve, kebocoran jaringan, maupun kendala teknis lainnya yang saat ini masih dalam proses identifikasi oleh petugas.
“Setelah menerima laporan bahwa air hanya mengalir sekitar tiga sampai empat jam, Saya perintahkan agar petugas melakukan pemeriksaan langsung di reservoir sekaligus menelusuri jaringan distribusi menuju Polimak satu dan Genjer,” ujar Nasadit.
Ia mengatakan, hasil evaluasi sementara menunjukkan tekanan air yang keluar dari reservoir masih tergolong baik. Karena itu, dugaan sementara bukan disebabkan oleh kurangnya tekanan, melainkan adanya persoalan pada sistem distribusi yang menyebabkan durasi pelayanan menjadi lebih singkat dari biasanya.
Selain menelusuri jaringan pipa, tim teknis juga melakukan pemeriksaan terhadap sumber air dan reservoir. Salah satu kemungkinan yang sedang diperiksa adalah adanya penyumbatan pada saringan sumber air. Jika penyebabnya hanya berupa penyumbatan, maka pembersihan dapat segera dilakukan tanpa memengaruhi debit air yang masuk ke reservoir.
“Debit air yang masuk ke reservoir hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Karena itu kami ingin memastikan terlebih dahulu apakah ada kerusakan gate valve, kebocoran jaringan, atau kendala teknis lainnya yang menyebabkan durasi pelayanan berkurang,” katanya.
Nasadit menegaskan, pada prinsipnya persoalan distribusi air di wilayah Genjer maupun Polimak 1 masih dapat diselesaikan. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pelanggan dan pihak perusahaan menjadi faktor penting agar setiap gangguan dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berdampak lebih luas kepada masyarakat.
Ia mengakui informasi dari masyarakat sangat membantu dalam proses evaluasi pelayanan. Oleh karena itu, pelanggan diminta segera menyampaikan laporan apabila mengalami gangguan distribusi air atau air tidak mengalir sesuai jadwal, baik melalui kantor cabang maupun unit pelayanan terdekat.
“Kami berharap masyarakat segera melapor apabila ada gangguan distribusi air. Kami juga menyiapkan layanan mobil tanki jika masyarakt tidak memperoleh distribisi dari pipa, maka kami akan drop air ke pelanggan,” jelsnya.
Dikesempatan ini Nasadit juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penyambungan liar pada jaringan distribusi. Selain itu pihaknya berharap Masyarakat tetap patuh membayar iuran air, sehingga membantu kelancaran operasional pelayanan PTAMJ.
Melalui langkah identifikasi yang sedang dilakukan, PT Air Minum Jayapura berharap penyebab gangguan distribusi di wilayah Polimak dan sekitarnya dapat segera ditemukan. Dengan demikian, pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat kembali normal sesuai jadwal distribusi yang telah ditetapkan. (RPN-02)

















