Redaksipapuanews.com | Jayapura – Jemaat Gereja Protestan Indonesia Papua (GPI) Elim Abepura menggelar Ibadah Kebaktian Penyegaran Iman yang dipadukan dengan malam puji-pujian dalam rangka menyambut Fajar Paskah, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh sukacita di halaman gereja dengan melibatkan berbagai unsur pelayanan jemaat.
Perayaan ini mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” yang diambil dari 2 Korintus 5:17. Tema tersebut diperkuat dengan subtema yang menekankan pentingnya meninggalkan kehidupan lama dan hidup sebagai manusia baru yang telah diperbaharui oleh Allah melalui kebangkitan Kristus.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 18.30 WIT dengan laporan dari Ketua Panitia Hari Besar Gerejawi (PHBG), Marthen Timisela. Ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh jemaat dalam mendukung jalannya ibadah.
Menurut Marthen, perayaan KPI bukan hanya menjadi agenda rutin gereja, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman dan mempererat kebersamaan antarjemaat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dipertahankan sebagai sarana pembinaan rohani.
Ibadah kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Surya Panggabean yang mengangkat perikop Efesus 4:17–32. Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaat untuk meninggalkan cara hidup lama yang penuh dosa dan berkomitmen menjalani hidup baru dalam kebenaran dan kasih.
Ia menegaskan bahwa kebangkitan Kristus harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari umat percaya, melalui sikap jujur, mampu mengendalikan diri, berkata-kata yang membangun, serta memiliki hati yang siap mengampuni sesama.
“Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam perubahan hidup yang nyata,” tegasnya di hadapan jemaat.
Suasana ibadah semakin semarak dengan berbagai kegiatan rohani, seperti puji-pujian dari wadah pelayanan, lomba cerdas cermat Alkitab, praise and worship, hingga penampilan fragmen penyaliban yang diperankan oleh pemuda gereja.
Kebersamaan jemaat juga terlihat melalui kegiatan jalan obor serta tradisi pencarian telur Paskah yang melibatkan anak-anak dan remaja, menciptakan suasana penuh sukacita dan kekeluargaan.
Memasuki dini hari sekitar pukul 03.00 WIT, ribuan jemaat mengikuti pawai obor Paskah. Rute perjalanan dimulai dari kawasan gereja menuju Kotaraja, kemudian kembali ke titik awal dengan iringan puji-pujian yang dinyanyikan sepanjang perjalanan.
Pawai obor tersebut turut diikuti oleh jemaat dari sejumlah gereja lain di wilayah Abepura, menciptakan nuansa kebersamaan umat Kristen dalam menyambut peristiwa kebangkitan Kristus.
Salah satu jemaat, Salmon H., mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, Paskah menjadi momen penting untuk mengingat pengorbanan Yesus Kristus sekaligus memperkuat nilai kerendahan hati dan ketulusan.
Usai pawai obor, kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Paskah yang dipimpin oleh Pendeta Vero Balubun. Dalam ibadah tersebut, pembacaan Alkitab diambil dari Yohanes 20:1–10 yang mengisahkan perjumpaan Maria dengan Yesus setelah kebangkitan.
Dalam khotbahnya, Pendeta Vero menekankan bahwa pengalaman Maria menunjukkan bagaimana kuasa kebangkitan Kristus mampu mengubah kesedihan menjadi kekuatan dan keberanian untuk bersaksi.
Ia juga mengajak jemaat untuk memaknai kebangkitan Kristus sebagai titik awal perubahan hidup, dari manusia lama yang dipenuhi egoisme menjadi manusia baru yang hidup dalam kasih, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.
Perayaan Paskah di GPI Elim Abepura tahun ini menjadi momen refleksi iman sekaligus penguatan spiritual bagi jemaat untuk terus hidup dalam nilai-nilai pembaruan sebagaimana diajarkan melalui kebangkitan Kristus. (RPN02)

















