Redaksipapuanews.com | Jayapura – Anggota DPR Kabupaten Jayapura dari Partai Gerindra, Lerry Patrix Suebu dan Musa Apasaray, mengunjungi para korban keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menjalani perawatan di RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura, Rabu (5/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan bersama jajaran DPD Partai Gerindra Provinsi Papua yang diwakili Ketua DPC Gerindra Kota Jayapura, Budi Dayani, serta Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Jayapura.
Kehadiran mereka sebagai bentuk kepedulian kepada para korban sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang mendampingi proses perawatan.
Sebelumnya, puluhan siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan Program MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel Papua pada Selasa (4/8/2026). Para korban sempat mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan sebelum sebagian di antaranya dirawat di RSUD Yowari.
Di sela-sela kunjungan, Lerry Patrix Suebu mengaku prihatin atas insiden yang menimpa para siswa. Menurutnya, sejak menerima informasi mengenai peristiwa tersebut, pihak Gerindra berinisiatif datang langsung ke rumah sakit untuk memastikan kondisi para korban sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga.
Lerry mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam menangani para korban. Ia menilai respons yang diberikan pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, serta tenaga kesehatan telah membantu mempercepat proses evakuasi dan pelayanan medis terhadap para siswa yang mengalami keracunan.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi sejak kemarin, ketika peristiwa keracunan di SPPG Depapre menyebabkan banyak korban. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah daerah dan semua pihak yang begitu cepat menangani persoalan ini,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah di tingkat provinsi maupun pusat ikut memberikan perhatian terhadap kasus tersebut. Menurutnya, dukungan dari semua pihak diperlukan agar proses penanganan berjalan maksimal sekaligus mengungkap penyebab pasti terjadinya keracunan dalam pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Jayapura.
Terkait fungsi pengawasan DPR, Lerry menjelaskan bahwa DPR Kabupaten Jayapura sebenarnya telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) MBG sebelum insiden terjadi. Namun, ia menegaskan bahwa tugas pansus lebih berfokus pada manfaat program, tenaga kerja, dan rantai pasok, bukan melakukan evaluasi teknis terhadap operasional dapur maupun SPPG.
Lerry menambahkan terkait insiden ini, DPR akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setelah memperoleh informasi resmi mengenai perkembangan kasus tersebut. Menurutnya, langkah yang akan diambil harus didasarkan pada fakta dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami masih menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah daerah terkait kasus ini. Setelah ada penjelasan lengkap, eksekutif dan legislatif akan duduk bersama untuk menentukan langkah yang akan diambil. Kami juga belum bisa menyimpulkan penyebab keracunan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Nanti Dinas Kesehatan yang akan menyampaikan hasil resmi sehingga semua pihak tidak berspekulasi.” Paparnya.
Suebu menybut hingga kini pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban serta memantau perkembangan kondisi kesehatan para siswa yang terdampak. Sebagian korban masih menjalani perawatan, sementara lainnya telah mendapatkan penanganan sesuai kondisi medis masing-masing.
Penyebab pasti keracunan juga belum dapat dipastikan. Pemerintah Kabupaten Jayapura masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.
“Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab insiden sekaligus langkah evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah ini,” tandasnya. (RPN-02)















