Berita  

Bertemu MRP, Yanni Usul Sebagian Dana Otsus Papua Dialokasikan Jadi BLT Khusus OAP di Atas 17 Tahun

banner 120x600
banner 468x60

Redaksipapuanews.com | Jayapura – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Yanni, mengusulkan agar sebagian Dana Otonomi Khusus Papua dialokasikan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada Orang Asli Papua (OAP) yang telah berusia di atas 17 tahun. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Papua.

Gagasan tersebut disampaikan Yanni saat menghadiri pertemuan bersama anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) yang melibatkan Pokja Adat, Pokja Agama, dan Pokja Perempuan. Pertemuan berlangsung di lantai 11 Gedung Tifa MRP, Selasa (23/6/2026), dan turut didampingi Wakil Ketua I MRP, Pendeta Robert Horik.

banner 325x300

Dalam forum itu, Yanni menilai bahwa manfaat Dana Otsus akan lebih dirasakan masyarakat apabila sebagian dana dapat diterima secara langsung oleh warga yang menjadi sasaran program. Menurutnya, skema tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan dasar yang selama ini masih menjadi tantangan di banyak daerah.

“Kalau sebagian Dana Otsus bisa diberikan langsung kepada Orang Asli Papua yang telah berusia di atas 17 tahun, maka manfaatnya akan lebih cepat dirasakan masyarakat. Mereka bisa menggunakannya untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan dasar lainnya,” ujar Yanni.

Ia menjelaskan bahwa salah satu persoalan yang masih sering dihadapi masyarakat Papua adalah keterbatasan biaya pendidikan. Tidak sedikit mahasiswa maupun pelajar yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pendidikan akibat kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

Menurut Yanni, pemberian bantuan langsung dapat membantu mengurangi hambatan tersebut. Dengan dukungan ekonomi yang lebih mudah diakses, masyarakat akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

“Sering kali persoalan pendidikan bukan karena anak-anak Papua tidak mampu belajar, tetapi karena terkendala biaya. Jika masyarakat memiliki dukungan ekonomi yang cukup, maka keterlambatan pembayaran uang sekolah atau uang kuliah dapat diminimalkan,” katanya.

Lebih lanjut, Yanni menegaskan bahwa Papua membutuhkan lebih banyak generasi muda yang berpendidikan dan memiliki daya saing. Ia menilai investasi pada pendidikan merupakan salah satu kunci penting dalam mewujudkan pembangunan Papua yang berkelanjutan.

“Papua membutuhkan sumber daya manusia yang unggul. Kita memerlukan lebih banyak sarjana, tenaga profesional, dan generasi muda yang mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Karena itu, pendidikan harus menjadi perhatian utama dalam pemanfaatan Dana Otsus,” tegasnya.

Selain membahas pemanfaatan Dana Otsus, Yanni juga mengajak seluruh unsur di Majelis Rakyat Papua untuk memperkuat kolaborasi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia menilai sinergi antara MRP, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan agar berbagai kebutuhan strategis Papua dapat diperjuangkan secara maksimal.

Dalam kesempatan tersebut, Yanni turut menyampaikan gagasan agar MRP dapat mengupayakan pertemuan langsung dengan Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, forum tersebut penting untuk menyampaikan berbagai kebutuhan strategis daerah, termasuk usulan penambahan alokasi Dana Otsus bagi enam provinsi di Tanah Papua.

Ia menegaskan bahwa tambahan dukungan fiskal harus diiringi dengan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh Orang Asli Papua. (RPN02)

banner 325x300
Penulis: DanieloEditor: Elo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *