Berita  

DPD Gerindra Papua Jenguk Korban Keracunan MBG di RSUD Yowari

banner 120x600
banner 468x60

Redaksipapuanews.com | Jayapura – Pengurus DPD Partai Gerindra Provinsi Papua yang diwakili Ketua DPC Gerindra Kota Jayapura, Budi Dayani, mengunjungi para korban keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menjalani perawatan di RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura, Rabu (5/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang mendampingi proses pengobatan.

Dalam kunjungan tersebut, Budi Dayani didampingi Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Jayapura, serta dua anggota DPR Kabupaten Jayapura dari Partai Gerindra, Lerry Patrix Suebu dan Musa Apasaray. Rombongan juga menyempatkan diri berbincang langsung dengan sejumlah pasien dan keluarga untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan para korban.

banner 325x300

Sebelumnya, puluhan siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel Papua pada Selasa (4/8/2026). Sejumlah korban sempat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan sebelum sebagian dirujuk ke RSUD Yowari.

Usai menjenguk para korban, Budi Dayani menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa para siswa. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian serius karena program MBG merupakan salah satu program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.

Saat berada di ruang perawatan, Budi Dayani mengaku melihat masih ada sejumlah anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat yang menjalani perawatan akibat keracunan tersebut. Ia berharap seluruh pasien segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa tanpa adanya korban jiwa.

“Kami dari keluarga besar Gerindra Papua turut prihatin atas musibah yang dialami para korban keracunan makanan bergizi gratis di Kabupaten Jayapura. Setelah melihat langsung kondisi para pasien, kami berharap seluruh korban, baik anak-anak, ibu hamil maupun masyarakat lainnya, mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal sehingga segera pulih dan tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.”

Budi juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang dinilai bergerak cepat dalam menangani para korban. Menurutnya, respons cepat tersebut sangat penting untuk meminimalkan dampak yang lebih besar dan memastikan seluruh pasien memperoleh penanganan medis yang dibutuhkan.

Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. Karena itu, seluruh penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta lebih disiplin dalam menerapkan standar operasional yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) agar keamanan dan kualitas makanan benar-benar terjamin.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Kami berharap seluruh penyelenggara SPPG lebih disiplin menerapkan standar operasional sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan hingga pendistribusian makanan. Program MBG sangat baik bagi masyarakat sehingga pelaksanaannya harus benar-benar mengutamakan keamanan pangan.”

Selain itu, Budi Dayani juga mendorong Dinas Kesehatan bersama instansi terkait untuk melakukan investigasi secara terbuka dan profesional. Menurutnya, hasil penyelidikan harus disampaikan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi mengenai penyebab keracunan yang terjadi.

“Kami juga meminta Dinas Kesehatan dan instansi terkait melakukan investigasi secara transparan serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Keterbukaan informasi sangat penting agar evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ke depan menjadi lebih baik serta tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Hingga kini, penyebab pasti keracunan masih belum dapat dipastikan. Pemerintah Kabupaten Jayapura masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para korban sebagai dasar untuk menentukan penyebab insiden tersebut.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya juga diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Dengan evaluasi yang komprehensif, program tersebut diharapkan tetap berjalan sesuai tujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, namun tetap mengedepankan aspek keamanan, kualitas makanan, dan keselamatan para penerima manfaat. (RPN-02)

banner 325x300
Penulis: DanieloEditor: Elo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *