Redaksipapuanews.com | Jayapura – Pemerintah Kota Jayapura mendorong para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk mengembangkan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan menjadi peluang usaha. Hal itu disampaikan Asisten II Setda Kota Jayapura, Abdul Majid, saat mewakili Wali Kota Jayapura menutup Pelatihan Briket Arang, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura tersebut diikuti 14 peserta. Pelatihan berlangsung selama lima hari dan dilaksanakan di Gedung Dekranasda Kota Jayapura.
Abdul Majid mengatakan, berakhirnya pelatihan bukan berarti proses belajar dan berusaha ikut berakhir. Justru, menurutnya, para peserta kini memasuki tahap penting untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh.
“Penutupan kegiatan bukan berarti berakhirnya proses belajar dan berusaha. Setelah pelatihan ini selesai, saudara-saudara memasuki tahapan yang lebih penting, yaitu mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh,” kata Abdul Majid.
Ia menilai, pelatihan briket arang merupakan bentuk nyata perhatian Pemkot Jayapura dalam memberikan pengetahuan, keterampilan dan peluang usaha baru kepada masyarakat, khususnya para pelaku IKM.
Menurutnya, briket arang memiliki potensi ekonomi yang cukup baik karena dapat memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar, termasuk limbah biomassa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Abdul Majid berharap keterampilan tersebut dapat melahirkan usaha-usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat daya saing IKM di Kota Jayapura.
“Pelatihan ini harus menjadi awal lahirnya usaha dan produk baru. Saya berharap peserta dapat menjadi pelaku ekonomi yang produktif, kreatif, inovatif dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia juga mendorong peserta menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dalam memanfaatkan potensi lingkungan. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, kata dia, dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan kreativitas dan kemauan untuk berusaha.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Disperindagkop Kota Jayapura, Muhammad Saiful, menjelaskan pelatihan tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan teori, tetapi juga keterampilan praktik kepada peserta.
Selama lima hari, peserta mendapatkan pembekalan materi, penjelasan teknis, demonstrasi hingga praktik langsung pembuatan arang briket.
“Peserta belajar mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan baku, proses karbonisasi, penghalusan bahan, pencampuran perekat, pencetakan hingga pengeringan,” jelas Saiful.
Selain proses produksi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai kualitas produk, pengemasan, pemasaran dan peluang pengembangan pasar. Materi tersebut diharapkan membantu peserta melihat briket arang bukan sekadar hasil pelatihan, tetapi sebagai produk yang dapat dikembangkan menjadi usaha.
Saiful menegaskan, keberhasilan kegiatan tidak hanya dilihat dari selesainya pelatihan. Pihaknya berharap keterampilan peserta dapat terus dikembangkan melalui pendampingan dan pembinaan berkelanjutan.
“Ke depan, kami berharap ada peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk, penguatan manajemen usaha, pemasaran, perluasan akses pasar, kemitraan dengan dunia usaha serta akses pembiayaan bagi pengembangan IKM,” pungkasnya. (RPN-02)















