Redaksipapuanews.com | Jayapura – Ketua Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Pusat di Papua, Crhistian Sohilait, melontarkan pesan tegas kepada seluruh pengurus IKEMAL Kota Jayapura yang baru dilantik. Ia meminta organisasi tersebut tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi harus mampu bekerja dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta Pemerintah Kota Jayapura.
Pesan itu disampaikan Sohilait saat melantik Pengurus IKEMAL Kota Jayapura Periode 2026-2031 di Aula Siansoor, Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (7/9/2026). Menurutnya, keberadaan warga Maluku di Kota Jayapura harus memberikan manfaat dan tidak boleh justru menjadi beban bagi pemerintah maupun masyarakat.
“Jangan kita ada di sini tapi jadi beban. Tidak boleh. Semua harus bisa bekerja,” tegas Sohilait dalam sambutannya.
Ia mengatakan, peningkatan kapasitas masyarakat Maluku menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus terus dilakukan. Setiap individu, kata dia, harus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga dapat mengambil bagian dalam berbagai bidang kehidupan dan pembangunan di Tanah Papua.
Sohilait juga mengapresiasi Pemerintah Kota Jayapura yang selama ini dinilai telah memberikan ruang kepada warga Maluku untuk beraktivitas dan berkontribusi. Ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Jayapura beserta seluruh masyarakat Port Numbay yang tetap membuka ruang bagi warga Maluku.
Menurutnya, kesempatan tersebut harus dibalas dengan kontribusi positif. Warga Maluku yang berada di Kota Jayapura tidak cukup hanya menikmati ruang yang diberikan, tetapi harus menunjukkan karya dan prestasi yang dapat membanggakan keluarga, komunitas, serta daerah tempat mereka tinggal.
Karena itu, Sohilait menitipkan pesan keras kepada seluruh warga Maluku agar tidak mempermalukan dua nama besar dalam kehidupan mereka, yakni nama Tuhan dan nama keluarga. Ia mengingatkan bahwa perilaku seseorang di perantauan juga dapat membawa nama keluarga dan komunitasnya.
“Tidak boleh memalukan dua nama besar. Satu itu nama Tuhan dan yang kedua adalah nama keluarga,” ujarnya.
Selain menjaga nama baik, Sohilait meminta warga Maluku berani mengambil peran di berbagai sektor. Ia mencontohkan sejumlah pengurus yang dilantik di Kota Jayapura, tetapi memiliki tanggung jawab organisasi di wilayah lain di Tanah Papua. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa anak-anak Maluku memiliki potensi untuk berkiprah di mana saja.
Sohilait juga menyoroti persoalan penyebaran informasi yang tidak benar. Ia meminta warga Maluku tidak mudah berbicara atau menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya karena dapat memicu persoalan dan merusak hubungan sosial.
“Jaga tangan dan jaga mulut. Tidak tahu barang benar, pergi cerita, hoaks. Itu tidak boleh dilakukan,” tegasnya.
Kepada pengurus IKEMAL Kota Jayapura, Sohilait juga mengingatkan agar tidak membuat program kerja sekadar untuk memenuhi banyaknya bidang dalam struktur organisasi. Ia meminta setiap program benar-benar disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat sehingga dapat diwujudkan secara nyata.
“Yang bisa dibikin, bikin. Kalau tidak bisa dibikin, jangan paksa-paksa bikin. Nanti kita tinggalkan utang banyak,” katanya.
Sohilait berharap IKEMAL Kota Jayapura mampu menjadi organisasi yang aktif, produktif, dan dekat dengan masyarakat. Ia optimistis warga Maluku di Kota Jayapura dapat menjadi kekuatan sosial yang memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah serta membantu Pemerintah Kota Jayapura.
“Saya percaya seluruh warga Maluku yang ada di Kota Jayapura akan menjadi warga Maluku yang hebat dan luar biasa, akan menjadi bintang-bintang untuk menolong seluruh warga Pemerintah Kota Jayapura,” pungkasnya. (RPN-02)















