Berita  

Wilianto Tanta Kukuhkan Pengurus PSMTI Papua, Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura

0-4096x2304-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:154942440020742;appts:1785834327975;uid:0;qlty:1;illum:2 scene:2 humanIn:0;
banner 120x600
banner 468x60

Redaksipapuanews.com | Jayapura – Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Wilianto Tanta, secara resmi melantik pengurus PSMTI Provinsi Papua, PSMTI Kota Jayapura, dan PSMTI Kabupaten Jayapura dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Hotel Mercure Jayapura, Selasa (4/8/2026). Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan pelantikan pengurus Perwanti PSMTI Provinsi Papua.

Pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan warga Tionghoa dari berbagai daerah di Papua. Turut hadir Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, Ketua DPR Kota Jayapura, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Jayapura, serta Koordinator Wilayah PSMTI Tanah Papua, Ishak Montolalu.

banner 325x300

Ketua Panitia, Yoseph Mario, dalam laporannya menyampaikan sebanyak 66 orang pengurus resmi dilantik pada kesempatan tersebut. Rinciannya terdiri atas sembilan pengurus PSMTI Provinsi Papua, 38 pengurus PSMTI Kota Jayapura, dan 19 pengurus PSMTI Kabupaten Jayapura.

Pelantikan ini menjadi momentum memperkuat eksistensi PSMTI sebagai organisasi yang menghimpun masyarakat Tionghoa di Papua sekaligus mempererat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.

Ketua Umum PSMTI, Wilianto Tanta, mengatakan pelantikan kepengurusan di Papua memiliki makna yang sangat istimewa. Menurutnya, sejak PSMTI menjadi organisasi umum empat tahun lalu, pelantikan di Papua merupakan yang pertama dengan susunan pengurus yang begitu lengkap.

“Kami sangat bangga dan kagum melihat antusiasme masyarakat serta dukungan dari pemerintah daerah di Papua. Kami sudah berkeliling ke berbagai provinsi, tetapi pelantikan di Papua memberikan kesan yang luar biasa. Kami berkomitmen untuk terus datang ke Papua dan mengajak lebih banyak orang melihat secara langsung bahwa Papua adalah daerah yang aman, damai, dan penuh persaudaraan. Anggapan bahwa Papua tidak aman adalah hoaks yang harus diluruskan,” ujarnya.

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mengapresiasi kontribusi masyarakat Tionghoa yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam pembangunan Tanah Papua. Menurutnya, masyarakat Tionghoa telah memberikan sumbangsih di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan kehadiran PSMTI tidak hanya berperan menjaga nilai-nilai budaya Tionghoa, tetapi juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Aryoko mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjadikan organisasi sebagai ruang kolaborasi dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui peningkatan kepedulian terhadap pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta terus menanamkan nilai toleransi, persaudaraan, dan kebhinekaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami harap ini bukan seremonial semata, tetapi awal untuk memperkuat peran warga Tionghoa dalam Bersama-sama seluruh Masyarakat Papua dalam Pembangunan daerah ini,” ujar Aryoko.

Ketua PSMTI Provinsi Papua, Paulus Arfayan, menegaskan amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan penuh kerendahan hati dan semangat pengabdian. Ia menyatakan PSMTI Papua hadir untuk membangun persaudaraan dengan seluruh lapisan masyarakat serta menjaga persatuan dan kesatuan di Tanah Papua.

Menurut Paulus, visi kepengurusannya adalah “PSMTI Papua Bersatu, Melayani, Mengabdi, dan Bertumbuh Bersama.” Semangat tersebut akan diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, maupun marga. Ia juga mengajak seluruh warga Tionghoa di Papua untuk mengesampingkan perbedaan kelompok dan memperkuat semangat persatuan.

Dalam masa kepemimpinannya selama empat tahun ke depan, Paulus menargetkan pembentukan kepengurusan PSMTI di enam kabupaten yang hingga kini belum memiliki organisasi, yakni Keerom, Kepulauan Yapen, Mamberamo Raya, Sarmi, Supiori, dan Waropen.

Ia menegaskan bahwa kerukunan hanya dapat terwujud apabila seluruh warga Tionghoa memiliki rasa memiliki terhadap Provinsi Papua sebagai tempat hidup dan berkarya. Karena itu, ia mengajak seluruh warga Tionghoa untuk terus membaur dengan masyarakat asli Papua, menjaga toleransi, serta membangun kebersamaan tanpa membedakan suku, agama, maupun ras.

Pelantikan pengurus PSMTI dan Perwanti Provinsi Papua diharapkan menjadi awal penguatan organisasi dalam mempererat hubungan antarwarga serta memperluas kontribusi di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan kepengurusan yang baru, PSMTI Papua diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan, memperkuat persatuan, dan mendorong pembangunan Papua yang inklusif, damai, serta berkelanjutan. (RPN-02)

banner 325x300
Penulis: DanieloEditor: Elo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *