Berita  

Belajar dari Singkawang, Abisai Rollo Siapkan Strategi Penguatan Budaya Kota Jayapura

banner 120x600
banner 468x60

Redaksipapuanews.com | Singkawang – Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., menegaskan pentingnya pelestarian kebudayaan lokal dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Abisai saat mengikuti kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dalam forum Rembuk Kebudayaan Kota di Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (16/10/2026). Forum ini mengangkat tema menggali dan mempromosikan warisan budaya kota.

banner 325x300

Menurut Abisai, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah kota untuk bertukar gagasan dan mempelajari pengalaman daerah lain dalam mengembangkan kebudayaan serta memberdayakan pelaku UMKM.

“Kota Jayapura memiliki potensi budaya dan UMKM yang besar. Kita perlu belajar dari daerah lain agar potensi tersebut dapat dikembangkan lebih baik,” ujar Abisai.

Ia menyebutkan, pengalaman sejumlah daerah, seperti Yogyakarta dan Makassar, dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Jayapura dalam menyusun strategi pengembangan kebudayaan dan UMKM sesuai karakteristik daerah.

Untuk itu, Pemkot Jayapura berencana memperkuat kerja sama antardaerah melalui pertukaran pengetahuan, mengundang pihak terkait untuk berbagi pengalaman, serta mengirim organisasi perangkat daerah (OPD) guna mempelajari praktik pengembangan yang telah berhasil diterapkan.

Abisai menilai, kebudayaan lokal tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pengelolaan yang baik diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Budaya lokal harus terus dipromosikan agar menjadi identitas masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi,” tegasnya.

Selain kerja sama antardaerah, Abisai menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya. Menurutnya, pemahaman terhadap nilai adat dan tradisi perlu ditanamkan sejak dini agar kecintaan terhadap budaya lokal tetap terjaga.

Pemkot Jayapura juga akan mendorong keterlibatan tokoh adat, pencinta kebudayaan, dan komunitas anak muda dalam kegiatan edukasi, pembinaan, serta promosi budaya di berbagai wilayah.

“Anak-anak muda harus mencintai budaya daerahnya dan ikut menjaga warisan leluhur agar tidak hilang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Abisai turut mengapresiasi masyarakat Singkawang yang dinilainya berhasil menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman. Pengalaman tersebut dianggap relevan bagi Kota Jayapura yang memiliki masyarakat dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam.

“Kehidupan toleransi di Singkawang menjadi pengalaman berharga yang bisa kita pelajari untuk memperkuat kerukunan di Jayapura,” ungkapnya.

Ia berharap partisipasi Pemkot Jayapura dalam forum APEKSI menghasilkan langkah nyata untuk memperkuat pelestarian budaya, mengembangkan UMKM, dan menjaga toleransi. Kolaborasi pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, serta generasi muda dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui upaya tersebut, potensi budaya Kota Jayapura diharapkan semakin dikenal luas, sekaligus berkembang menjadi kekuatan identitas daerah, daya tarik pariwisata, dan penggerak ekonomi masyarakat Port Numbay. (RPN-02)

banner 325x300
Penulis: DanieloEditor: Elo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *