Redaksipapuanews.com | Jayapura – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Muchlis Karim, mengajak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jayapura menjadi mitra strategis pemerintah yang kritis, solutif, dan mampu menghadirkan gagasan berbasis data serta riset untuk mendukung pembangunan daerah menuju Jayapura Emas 2030.
Ajakan tersebut disampaikan Muchlis saat menghadiri pelantikan Pengurus HMI dan Korps HMI-Wati Cabang Jayapura periode 2026–2027 yang berlangsung di Suni Hotel Abepura, Kota Jayapura, Minggu (18/10/2026).
Dalam sambutannya, Muchlis menilai HMI memiliki peran penting dalam membentuk kepemimpinan dan mengembangkan pemikiran generasi muda. Menurutnya, organisasi mahasiswa tersebut telah menjadi ruang pembelajaran bagi kader untuk melahirkan gagasan yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.
“HMI selalu memberikan energi tersendiri bagi saya. HMI adalah laboratorium kepemimpinan dan tempat lahirnya pemikiran anak-anak bangsa. Dari forum-forum HMI seperti inilah gagasan besar untuk kemajuan daerah dapat dibangun,” ujar Muchlis.
Ia menjelaskan, pembangunan Kota Jayapura menuju 2030 membutuhkan kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pemerintah, agama, adat, masyarakat, hingga kalangan akademisi. Sinergi tersebut diperlukan agar kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Muchlis menempatkan HMI sebagai salah satu kekuatan intelektual yang dapat berkontribusi melalui peran sebagai agent of change atau agen perubahan dan social control atau kontrol sosial. Kedua peran tersebut diharapkan dapat dijalankan secara konstruktif dalam mengawal kebijakan serta mendorong kemajuan Kota Jayapura.
“Saya mengajak HMI dan seluruh organisasi kepemudaan di Kota Jayapura untuk menjadi mitra pemerintah yang kritis dan solutif. Berikan ide dan masukan yang didukung data serta hasil riset agar dapat menjadi pertimbangan dalam pembangunan daerah,” katanya.
Selain mendorong penguatan pemikiran dan riset, Muchlis meminta generasi muda meningkatkan kemampuan dalam penguasaan teknologi dan pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, kemampuan tersebut penting agar pemuda mampu memanfaatkan peluang ekonomi dan perdagangan yang berkembang di Kota Jayapura.
Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dan organisasi kepemudaan dalam menjaga kerukunan serta merawat kebudayaan. Stabilitas sosial, toleransi, dan keharmonisan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi investasi maupun pelaksanaan pembangunan.
“Organisasi kepemudaan harus ikut mengawal narasi kerukunan dan kebudayaan. Kita ingin Kota Jayapura tetap aman, damai, dan kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.
Muchlis mengingatkan bahwa target pembangunan menuju Jayapura Emas 2030 membutuhkan persiapan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat sejak sekarang. Karena itu, kapasitas intelektual mahasiswa perlu dipadukan dengan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan publik dan melaksanakan program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Ia mengajak HMI dan organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus untuk memperkuat komunikasi, membangun kerja sama, serta menyatukan gagasan dengan program pemerintah. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat lebih aktif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kota Jayapura.
Menutup sambutannya, Muchlis mengajak seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan mewujudkan Kota Jayapura yang maju, mandiri, berbudaya, dan sejahtera, demi mewujudkan cita-cita Jayapura Emas 2030. (RPN02)















