Berita  

Poltekbang Jayapura Bekali Taruna Keahlian Bandara untuk Bersaing di Dunia Kerja

banner 120x600
banner 468x60

Redaksipapuanews.com | Jayapura – Politeknik Penerbangan Jayapura menggelar upacara pelantikan Taruna dan Taruni Muda Tahun 2026, Kamis (15/10/2026). Pelantikan tersebut diikuti peserta Program Studi Manajemen Bandar Udara Program Diploma III Angkatan VIII dan Program Studi Teknik Listrik Bandara Program Diploma III Angkatan VII.

Direktur Politeknik Penerbangan Jayapura, Musri Kona, mengatakan pelantikan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pendidikan taruna setelah melewati seleksi penerimaan dan masa pembentukan karakter. Tahapan ini menjadi bekal bagi para peserta sebelum memasuki kegiatan pembelajaran akademik secara penuh.

banner 325x300

Musri menjelaskan, setelah pelantikan, para taruna akan mulai mengikuti pembelajaran semester pertama. Pihak kampus juga menyiapkan konseling secara individual untuk mengetahui kesiapan, kebutuhan, serta kendala yang mungkin dihadapi setiap taruna dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan penerbangan.

“Mereka sudah melewati tahapan seleksi dan masa dasar untuk membentuk karakter. Selanjutnya, mereka mulai masuk pembelajaran semester satu. Kami juga akan melakukan konseling satu per satu untuk mengetahui hal-hal yang masih menjadi kendala agar mereka bisa mengikuti proses pendidikan dengan baik,” ujar Musri saat diwawancarai usai upacara pelantikan.

Ia mengungkapkan, minat masyarakat untuk mendaftar ke Politeknik Penerbangan Jayapura cukup besar. Pihak kampus bahkan telah melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah untuk memperkenalkan program pendidikan yang tersedia. Namun, tidak semua calon peserta yang dinyatakan lolos seleksi dapat melanjutkan pendidikan karena terkendala biaya.

Menurut Musri, persoalan pembiayaan masih menjadi tantangan dalam memperluas akses pendidikan penerbangan. Sebab, program pendidikan yang diselenggarakan belum memiliki skema subsidi yang dapat menjangkau seluruh calon taruna, sehingga sebagian peserta terpaksa mengundurkan diri meskipun telah dinyatakan lolos seleksi.

Untuk membuka peluang pendidikan yang lebih luas, Politeknik Penerbangan Jayapura menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Merauke, Pemerintah Kabupaten Mimika, serta Pemerintah Kota Jayapura. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memberikan dukungan pendidikan bagi putra-putri daerah yang ingin menempuh pendidikan di bidang penerbangan.

Musri menyebutkan, peserta pendidikan berasal dari beragam latar belakang daerah. Selain putra-putri yang memperoleh dukungan pemerintah daerah, terdapat pula peserta jalur mandiri yang berasal dari sejumlah wilayah, termasuk kawasan pegunungan Papua dan Sorong, serta mereka yang lahir dan besar di Jayapura.

“Memang kemarin banyak yang mendaftar, tetapi karena pendidikan ini belum memiliki subsidi, kendala biaya membuat beberapa calon taruna yang sudah lulus akhirnya mengundurkan diri. Karena itu, kami berupaya menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah agar anak-anak daerah memiliki kesempatan mengikuti pendidikan penerbangan,” kata Musri.

Pada tahun pendidikan 2026, Politeknik Penerbangan Jayapura menyelenggarakan dua program studi, yakni Manajemen Bandar Udara dan Teknik Listrik Bandara. Kedua program tersebut dirancang untuk membekali taruna dengan pengetahuan serta keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam mendukung operasional dan pemeliharaan fasilitas bandar udara.

Musri menjelaskan, masa pendidikan berlangsung selama tiga tahun. Selama mengikuti perkuliahan dan praktik, para taruna akan memperoleh pembelajaran sesuai bidang masing-masing, termasuk kompetensi operasional bandar udara serta keterampilan teknis di bidang kelistrikan, sistem kontrol, programmable logic controller (PLC), pendingin udara atau AC, dan pengelasan.

Menurutnya, pembekalan kompetensi dilakukan secara bertahap selama masa pendidikan. Bahkan, pada semester-semester tertentu, taruna berkesempatan memperoleh sertifikat kompetensi sesuai bidang yang telah dipelajari dan memenuhi persyaratan. Sertifikat tersebut diharapkan menjadi nilai tambah ketika mereka memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

“Selama tiga tahun pendidikan, kami memberikan berbagai kompetensi kepada taruna. Untuk bidang kelistrikan, misalnya, ada sistem kontrol PLC, AC, pengelasan, dan keterampilan lainnya. Dalam prosesnya, taruna juga dapat memperoleh sertifikat kompetensi sesuai tahapan dan persyaratan yang dipenuhi, sehingga bisa mendukung mereka saat memasuki dunia kerja,” ungkap Musri.

Ia berharap seluruh taruna dan taruni dapat mengikuti proses pendidikan dengan disiplin, menjaga karakter, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kemampuan akademik dan keterampilan praktik. Dukungan dari pemerintah daerah, keluarga, dan berbagai pihak juga diharapkan dapat membantu peserta menyelesaikan pendidikan hingga lulus.

Politeknik Penerbangan Jayapura menargetkan para lulusan dari kedua program studi tersebut memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sektor penerbangan. Melalui pendidikan selama tiga tahun, pembekalan keterampilan, dan sertifikasi kompetensi, para taruna diharapkan dapat meningkatkan peluang kerja serta berkontribusi dalam mendukung pelayanan dan keselamatan transportasi udara, khususnya di Papua. (RPN-02)

banner 325x300
Penulis: DanieloEditor: Elo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *